Saturday, October 14, 2017

Perbedaan Antara Jilbab, Hijab, dan Gamis

Beda Jilbab, Hijab, dan Gamis

Beda jilbab, hijab, dan gamis. Apa ya, kira-kira?
 Yuk, simak ulasannya berikut ini.

Belakangan ini tren hijab syar’i di Indonesia makin berkembang. Nggak cuma ramai dipakai di bulan Ramadhan atau Idul Fithri, tapi, hijab juga banyak dipakai di bulan-bulan lainnya.
Keren ya,  artinya mulai banyak perempuan Indonesia yang sadar untuk menutup aurat.

Nah, tapi, selain ada istilah hijab, ada juga istilah lain seperti jilbab dan gamis.
 Sebenarnya apa artinya, ya?

1.Jilbab

Ibnu Hazm rahimahullah mengatakan, “Jilbab menurut bahasa Arab yang disebutkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah pakaian yang menutupi seluruh badan, bukan hanya sebagiannya.”

Sedangkan Ibnu Katsir mengatakan, “Jilbab adalah semacam selendang yang dikenakan di atas khimar yang sekarang ini sama fungsinya seperti izar (kain penutup).”

Menurut ulama lain, yakni Syaikh bin Baz, “Jilbab adalah kain yang diletakkan di atas kepala dan badan di atas kain. Jadi, jilbab adalah kain yang dipakai perempuan untuk menutupi kepala, wajah dan seluruh badan.”
Beliau juga mengatakan, “Jilbab adalah rida’ (selendang) yang dipakai di atas khimar (kerudung) seperti abaya (pakaian wanita Saudi).”
Di tempat yang lain beliau mengatakan, “Jilbab adalah kain yang diletakkan seorang perempuan di atas kepala dan badannya untuk menutupi wajah dan badan, sebagai pakaian tambahan untuk pakaian yang biasa (dipakai di rumah).” Beliau juga berkata, “Jilbab adalah semua kain yang dipakai seorang perempuan untuk menutupi badan. Kain ini dipakai setelah memakai dar’un (sejenis jubah) dan khimar (kerudung kepala) dengan tujuan menutupi tempat-tempat perhiasan baik asli (aurat) ataupun buatan (misal, kalung, anting-anting, dll).”
Singkatnya, jilbab adalah kain mengulur yang menutupi seluruh tubuh dari atas hingga mata kaki. Syaratnya, tidak ketat (tidak membentuk lekukan tubuh, dan tidak pula transparan. Banyak orang yang menyebut jilbab sebagai gamis atau jubah.
Lajnah Daimah pernah ditanya, apakah jilbab harus dalam bentuk terusan atau potongan (ada pakaian atasan dan rok bawahan). Jawaban Lajnah Daimah, “Jilbab baik terusan atau potongan, keduanya tidak mengapa (boleh) asalkan bisa menutupi sebagaimana yang diperintahkan dan disyari’atkan.”

2. Hijab

Apa itu hijab? Menurut Syaikh Al Bani rahimahullah, “Setiap jilbab adalah hijab, tetapi tidak semua hijab itu jilbab.” Hijab secara bahasa memiliki arti penghalang. Makna lain dari hijab adalah sesuatu yang menutupi atau menghalangi dirinya, baik berupa tembok, sekat, atau yang lainnya. Hijab ini adalah yang dimaksud dalam qur’an surat Al Ahzab ayat 53, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah-rumah nabi kecuali bila kamu diberi izin… dan apabila kamu meminta sesuatu keperluan kepada mereka (para istri Nabi), maka mintalah dari balik hijab…” Jadi, hijab tidak sama dengan jilbab atau kerudung, ya, sob. Kerudung sendiri disebut khimar (penutup aurat bagian atas hingga menutup dada). Syaratnya tidak tipis dan tidak transparan.

3.Gamis

Gamis merupakan sebutan busana muslim klasik dari Timur Tengah. Gamis banyak dipakai oleh masyarakat Muslim dan punya tiga model dasar, yaitu, abaya, gamis, dan tunik. Gamis adalah jenis busana panjang dan longgar yang dikombinasikan dengan celana. Di kalangan bangsa Arab, gamis lebih banyak digunakan oleh kaum laki-laki daripada perempuan. Nah, istilah gamis yang banyak digunakan di Indonesia sebenarnya lebih mengarah pada abaya, yaitu, busana terusan panjang (longdress) yang longgar dan menjulur sampai mata kaki. Nah, di Indonesia gamis ini banyak dimodifikasi oleh desainer dengan brokat, batik, atau tenun, sehingga muncul istilah gamis cantik, gamis modern, gamis syar’i, dan lain-lain.
Bagaimana, Sudah lebih jelas kan, mengenai istilah-istilah yang berkaitan dengan penutup aurat perempuan, ini, kan?
Itu adalah penjelasan mengenai perbedaan antara jilbab, hijab, dan gamis. Semoga dapat bermanfaat bagi kita semua. Aamiin..

No comments: